WHAT'S NEW?
Loading...
Kemarin saya menulis status ini di facebook dan twitter:
"FB, twitter, foursquare memang ada di dunia maya. Tapi bukan dunia fiksi. Jadi, semestinya kita bertindak dan berucap seperti di dunia fisik",
Juga:
"Oh ya, facebook itu bukan diary. Berada di fb sama dg berada di sekumpulan org banyak. Tidak semestinya menumpahkan semua keluhan di sana".

Terkadang terlalu lama di facebook membuat mood menjadi jelek. Status teman-teman di facebook kadang lebih banyak berisi hal-hal negatif seperti keluhan, marah, benci dan bahkan berkata-kata kasar.

Menulis status di facebook berarti mengungkapkan isi kepala kepada sahabat, teman sepermainan, guru waktu smp, dosen saat kuliah, teman kerja dan bahkan atasan kita. Jadi saat kita mengungkapkan sesuatu yang buruk sama saja dengan mengumbar kejelekan di muka umum.

Sayangnya kebanyakan kita menganggap bahwa di facebook lebih 'aman' dan 'bebas' untuk berekspresi. Toh kita tidak berhadapan langsung dengan teman sosial kita. Padahal pendengar kita di facebook kebanyakan adalah orang yang tidak seharusnya menelan mentah-mentah semua yang kita ucapkan.

Mungkin penyebabnya adalah norma sosial yang ada di dunia fisik hanya sedikit yang berlaku di jejaring sosial online. Di dunia fisik kita tidak akan berani berkata kasar karena pasti akan dibenci orang, kita tidak akan mengeluh seenaknya karena malu, kita tidak akan berkata seenaknya karena bisa saja dikucilkan atau bahkan ditonjok orang yang tersinggung. Intinya, di jejaring sosial online belum ada hukuman sosial atas prilaku buruk kita.

Wadah tempat kita bersosialisasi di internet (seperti facebook) memang belum bisa memberikan suasana yang sama dengan saat kita bersosialisasi di dunia fisik. Seharusnya, yang mendengar keluhan kita hanya sahabat, yang mengetahui kita kangen hanya pacar, yang tahu kita berada di mana hanya keluarga, dan yang tahu apa yang kita kerjakan adalah kolega kantor.

Kultur di dunia fisik juga seharusnya dipakai, seperti kebiasaan saling menyapa. Dan tidak kalah pentingnya adalah adanya perasaan bersalah yang sama seperti di dunia fisik saat kita berucap atau berbuat yang tidak semestinya.

Ini menjadi tantangan bagi pembuat jejaring sosial di internet. Bagaimana caranya meminimalisir perbedaan antara bersosialisasi di dunia nyata dengan bersosialisasi di internet. Contoh kecilnya, seharusnya tombol "COLEK" tidak tampil saat yang tampil di hadapan kita adalah profil atasan di kantor.

Sambil menunggu perbaikan jejaring sosial yang ada atau adanya jejaring sosial yang baru yang lebih baik, ada baiknya kita berupaya untuk berprilaku seolah-olah sedang berada di dunia fisik.

Eh, katanya google sedang membangun jejaring sosial baru bernama google circles untuk menjawab tantangan ini. Hmm...!
Oke, saya ngga akan lagi menulis blog di toilet. Tapi kalau browsing, baca timeline twitter, atau update status, tidak menutup kemungkinan masih akan dilakukan.

Masalahnya, resiko ponsel nyemplung ke kloset cukup besar. Jadi, mungkin sebaiknya toilet dan internet jangan pernah disatukan. Ngga ada tempat lain apa???

Tapi saya kembali teringat dengan ide mengganti satu atau beberapa dinding keramik toilet dengan komputer tablet semacam Apple iPad atau Samsung Galaxy Tab. Ngga perlu repot-repot bawa ponsel, tinggal jongkok sambil colek-colek iPad di dinding. Mantap bukan?

Oke kalau begitu, masalah terpecahkan... Tidak akan lagi ada kasus ponsel nyemplung di kloset.

Yang punya beberapa iPad, silakan dicoba!!
Pantas atau tidak, berapa orangkah yang pernah menulis blog sambil jongkok di toilet?

Hmm... Saya tidak tahu apakah ada orang yang pernah melakukannya. Tapi, posting blog ini benar-benar dilakukan di toilet. Ini akan jadi yang pertama dan terakhir saya menulis blog di toilet. Sekali ini saja.........!!!

Mungkin perlu dilakukan survey, atau memang sudah pernah ada survey seperti ini?

Keep blogging!
Saya sempat kaget saat mendengar bahwa Sinta dan Jojo membawakan lagu berjudul Toke Belang. Eh, apa Tokek Belang? Hmm... Engga tahu juga ;-)
Sebuah kebetulan blog ini menggunakan nama domain tokebelang.com. Lalu apa hubungannya? Tentu saja tidak ada.

Saya melalukan pencarian di google dengan kata kunci "toke belang", dan hasilnya adalah link ke situs-situs tempat download lagu-lagu bajakan. Hasilnya berbeda jika menggunakan kata kunci "tokebelang", blog ini ada di urutan pertama hasil pencarian google. Wajar saja, karena tak pernah menuliskan kata "toke belang" di blog ini.

Jika saja saya menyediakan link download lagu mp3 Sinta Jojo, mungkin akan meningkatkan posisi blog ini di google. Tapi mungkin juga tidak, saya tak pernah menggunakan teknik SEO atau melakukan blogwalking untuk memperbanyak backlink ke blog ini. Jadi walau terdapat kata "toke belang", tetap saja blog ini tidak muncul di halaman-halaman awal pencarian google.

Ironisnya, situs web nagawara, label musik yang mengedarkan lagu sinta jojo tidak muncul di hasil pencarian. Yang muncul adalah situs-situs yang menyediakan download gratis lagu bajakan yang penuh dengan iklan AdSense. Jika ingin fair, seharusnya hasil pencarian google urutan teratas adalah situs web yang menyediakan informasi mengenai lagu toke belang, nagaswara.com mungkin? Inilah yang membuat saya tidak begitu suka Search Engine Optimization (SEO).

Apa ini berarti hasil pencarian google tidak relevan? Saya kira tidak. Justru mungkin sangat relevan dengan keinginan pengguna, karena saya yakin hampir semua orang yang memasukan kata kunci "toke belang" di google adalah orang yang ingin mengunduh lagu mp3 Sinta Jojo berjudul Toke Belang.

Jadi, setelah buaya darat, kucing garong, keong racun dan sekarang toke belang, selanjutnya hewan apa lagi yang jadi judul lagu?
Setahu saya belum pernah ada operator selular yang memberikan akses internet gratis bagi para penggunanya tanpa syarat. Terkecuali bonus akses beberapa mega byte dengan syarat tertentu, seperti harus isi ulang pulsa dengan nominal tertentu misalnya. Memang pernah ada yang mengratiskan akses internet dalam jangka waktu beberapa bulan, tapi setelah itu tetap harus bayar.

Sudah mencoba akses ke http://0.facebook.com dari browser ponsel? Wow gratis! walau hanya untuk beberapa operator tertentu. Kita bisa fesbukan sesuka hati tanpa batasan waktu walau tanpa tampilan gambar. Penggemar facebook dengan penghasilan terbatas pasti senang. Saya tidak tahu siapa yang membayar biaya akses internet ke Facebook Zero ini. Mungkin Facebook yang mengganti biaya yang dikeluarkan operator untuk memberikan akses gratis ini, karena saya kira tidak mungkin ada operator yang mau memberikan akses internet gratis begitu saja.

Oke, cukup tentang facebook.

Saya berangan jika wikipedia.com (situs ensikopedi online yang dibangun gotong royong) dikelola oleh perusahaan berorientasi profit seperti facebook, tentu Wikipedia akan memiliki penghasilan besar. Nah, saya berangan lagi jika pihak manajemen Wikipedia mau menanggung biaya akses ke situs mereka melalui ponsel, sehingga banyak orang bisa mendapat akses ke jutaan artikel berguna secara gratis.

Menurut saya akses gratis ke Wikipedia akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sayang, wikipedia bukan situs web pencari profit yang berpenghasilan besar. Biaya operasionalnya diperoleh dari sumbangan berbagai pihak, jadi tidak mungkin seperti facebook dengan Facebook Zero-nya.

Lalu, bagaimana jika operatos saja yang menggratiskan akses dari ponsel ke wikipedia.com? Hmm... ada operator yang mau ngga? Sangat sulit rasanya.... Tapi, seharusnya ada operator yang mau karena saya yakin jumlah akses ke wikipedia tidak akan sebesar ke facebook, sehingga traffic data yang dipakai tidak terlalu besar. Pemberian akses gratis ini juga bisa dijadikan perwujudan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan operator selular, sebagai timbal balik kepada konsumen mereka.

Senangnya jika ada http://0.wikipedia.com
Judul post ini perlu pake tanda tanya ngga sih? Karena saya tidak berani menyimpulkan bahwa orang indonesia adalah pengikut tren, maka saya pake tanda tanya.

Walau begitu, saya melihat kecenderungan bahwa kita orang indonesia mudah terbawa tren. Ambil contoh dengan fenomena facebook. Saat di amerika sana orang rame-rame pake facebook, orang indonesiapun ikutan pake dan meninggalkan friendster. Dan sekarang indonesia berada di posisi kedua pengguna facebook terbanyak.

Blackberry, yang padahal notabene diperuntukan bagi kalangan bisnis, karena di luar sana sudah tren orang indonesiapun rame-rame pake. Walau kebanyakan bukan untuk bisnis tentunya, ngikut tren aja.

Twitter, pengguna twitter di indonesia sangat banyak dan tweet dari indonesia sempat menempati posisi kedua pula. Jadi jika ada tren di dunia, orang indonesia hampir pasti jadi pengikut terbesar.

Harus malu atau bangga sih? Seharusnya malu juga! Well, sebenarnya ini bagus. Bagus bukan dalam posisi yang suka 'ngikut', bagus bagi para pelaku bisnis. Dan ini adalah peluang besar!!! Eh, BESAR.

Ayo bikin produk yang keren, bagus, gaul dan gaya. Produknya jangan yang serius dan ngga perlu terlalu berguna. Yang penting keren! Publikasikan produk ini dengan baik, buatlah menjadi tren baru. Saya yakin produk ini akan laris manis dalam waktu singkat.

Tantangannya, membuat produk yang 'keren' lebih susah dari pada membuat produk yang berguna.

Mari gunakan peluang ini !
Seorang kawan bertanya, mungkinkah foto profil facebook dibajak alias diganti dengan foto lain tanpa sepengetahuan pemiliknya? Saya jawab, sangat mungkin.

Bukankah facebook dikelola oleh perusahaan besar dengan puluhan atau ratusan ahli keamanan yang selalu siap menghalau setiap serangan? Iya, itu benar. Nah lho, kenapa masih bisa dibobol? Membajak akun internet itu mudah, jutaan orang menggunakan tanggal lahir sebagai password mereka. Dengan sedikit ketekunan untuk coba-coba, kita dapat membajak akun facebook teman kita. Emailnya kan ada tuh di profil, begitu juga tanggal lahir, nama anak, nama istri dan lain-lain. Coba saja gunakan salah satu informasi tersebut sebagai password, pasti ada beberapa yang cocok. Ahaaa....!

Nah, ini yang seru!
Jika niatnya membobol banyak akun, kita dapat membuat sebuah program untuk melakukan tugas tersebut secara otomatis. Daftarkan saja sebuah aplikasi facebook yang nantinya digunakan untuk mengambil informasi profil teman-teman kita. Tulislah sebuah program untuk secara otomatis mengambil email dan data lain lalu mengumpulkannya dalam database.

Setelah data terkumpul, buatlah program yang secara otomatis pula mengambil kombinasi email dan informasi lain (tanggal lahir, anak, suami, kota, dll.) lalu melakukan login ke facebook dengan data tersebut. Suruh program menggunakan informasi apapun yang dapat diambil sebagai password. Jika ada yang cocok, suruh program menandai akun mana saja yang berhasil dibobol. Dan jika berhasil kita akan mendapatkan daftar akun facebook yang dapat kita bajak. Selanjutnya, login saja ke salah satu akun dan ganti foto profilnya dengan gambar kucing... hehe ;-)

Hmmm, ini bukan tutorial membajak facebook, lagi pula saya yakin tidak semudah itu untuk melakukannya. Pasti ahli keamanan facebook sudah mengantisipasi pembobolan seperti ini, tapi siapa yang tahu? Kabarnya ada seorang cracker yang menawarkan menjual jutaan akun facebook kepada siapa saja yang berminat.

Jadi, jangan membuat password yang mudah ditebak apalagi menggunakan tanggal lahir. Masih mending jika pembobol hanya menginginkan chip poker kita, nah kalau dia iseng ganti status dengan kata-kata kotor atau ganti foto profil dengan foto wanita telanjang, bahaya tuh....!

Untungnya saya tidak suka main poker, banyak pembobol menginginkan chip poker kita. Chip poker kan bisa dijual, hmm lagi-lagi duit alasannya. Jangan aneh jika banyak orang yang akun facebooknya dibobol karena punya chip poker yang banyak.

Saya sih lebih memilih tidak mengumbar banyak informasi di facebook, hanya nama, foto dan informasi di wall saja yang bisa dilihat teman. Ngga seru dong, ngga ada yang ucapin selamat saat ulang tahun... sedikit pula yang mau nge-add jadi teman. Tidak masalah, teman yang baik pasti ingat ulang tahun saya. Dan saya tak begitu niat menambah teman "maya" di internet, facebook digunakan hanya untuk tetap terhubung dengan teman-teman "nyata".